Melestarikan Tradisi, Menganyam Ekonomi: KUPS HHBK Punan Mirau Transformasikan Rotan Menjadi Aksesor
PUNAN MIRAU – Di tengah ketenangan Desa Punan Mirau, jemari terampil para perempuan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Anyaman kini tengah giat menghidupkan kembali warisan leluhur. Bersama pendampingan dari WARSI, warga melakukan inovasi kreatif dengan mengolah serat rotan pilihan menjadi berbagai produk aksesoris kekinian, seperti bando, anting, gantungan kunci, dan gelang. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sebuah upaya sistematis dalam mengonversi kekayaan hutan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa merusak ekosistem.
Proses pembuatan aksesoris ini menuntut ketelitian dan kesabaran ekstra. Dimulai dari pemilihan rotan yang berkualitas, proses pembelahan serat yang halus, hingga tahap penganyaman dengan pola-pola tradisional yang dimodifikasi agar sesuai dengan selera pasar modern. Melalui kolaborasi antara pengetahuan lokal masyarakat Punan Mirau dan arahan strategis dari WARSI, produk anyaman ini diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang kreatif dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di Desa Punan Mirau.