Musrenbang RT 02 Desa Punan Mirau Serap Aspirasi Warga untuk Prioritas Pembangunan
Punan Mirau – Rukun Tetangga (RT) 02 Desa Punan Mirau melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai forum penyampaian aspirasi masyarakat dalam rangka menyusun usulan program pembangunan yang akan menjadi prioritas di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.
Musrenbang dipimpin oleh Ketua RT 02, Marten Balan, serta dihadiri oleh Kepala Desa Punan Mirau, Ubang Aran, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga RT 02. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam mendukung pembangunan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Dalam sambutannya, Ketua RT 02 Marten Balan menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan secara langsung. Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas pembangunan sehingga program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Punan Mirau, Ubang Aran, mengapresiasi antusiasme warga RT 02 yang aktif memberikan masukan dan saran. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan yang telah disepakati akan dihimpun sebagai bahan pembahasan pada Musrenbang tingkat desa dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.

Selama jalannya musyawarah, masyarakat menyampaikan berbagai usulan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan fasilitas umum, perbaikan drainase, pengembangan sarana olahraga, serta program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Setiap usulan dibahas secara terbuka melalui musyawarah mufakat guna menghasilkan keputusan yang mencerminkan kepentingan bersama.
Musrenbang RT 02 tidak hanya menjadi forum penyusunan rencana pembangunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Semangat gotong royong, keterbukaan, dan partisipasi aktif yang ditunjukkan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.