SEMANGAT GOTONG ROYONG MENUGAL LADANG DI PUNAN MIRAU

1787362425761.jpeg
Gambar: foto menugal ( Fridandi Tangga ) Sumber: https://punanmirau.masehu.my.id/

Kegiatan menugal bukan sekadar pekerjaan di ladang, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga nilai kebersamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Warga saling membantu menyelesaikan pekerjaan secara bergantian, sehingga pekerjaan yang cukup berat dapat dilakukan dengan lebih ringan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat datang membantu pemilik ladang tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Ada yang mempersiapkan lahan, membuat lubang tanam, memasukkan benih, hingga membantu berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Semuanya dilakukan dengan semangat kerja sama dan kekeluargaan.


Bagi masyarakat Desa Punan Mirau, kegiatan menugal memiliki nilai sosial yang kuat. Kebersamaan yang terjalin tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.

Suasana kekeluargaan terlihat ketika warga bekerja bersama, saling bercanda, dan berbagi cerita di tengah aktivitas di ladang. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat desa masih menjunjung tinggi semangat saling membantu dan gotong royong.

Tradisi seperti ini juga menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan nilai-nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman. Semangat untuk membantu sesama menjadi modal sosial yang penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat desa.

Kegiatan menugal ladang juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami tradisi masyarakat. Melalui keterlibatan secara langsung, generasi muda dapat belajar bahwa pekerjaan di ladang tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga mengandung nilai persatuan, tanggung jawab, dan kebersamaan.


Nilai gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab, kemajuan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya hubungan sosial dan kepedulian antarwarga.

Menugal ladang akhirnya menjadi lebih dari sekadar aktivitas pertanian. Ia menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat Desa Punan Mirau yang masih menjunjung tinggi semangat saling membantu, bekerja bersama, dan berbagi.

Bagikan post ini: